dekumentasiku

Posted by Ragil Putra Desa Minggu, 21 Oktober 2012 0 komentar









Baca Selengkapnya ....

Khutbah Jumat singkat

Posted by Ragil Putra Desa Kamis, 09 Agustus 2012 0 komentar
Poro hadirin jamaah jumah ingkang minulyo
Sepindah kulo ngajak dumateng bdan kawulo ugi dumateng poro hadirin sedoyo monggo tansah ningkataken takwa kito dumateng Alloh kanthi ngathah ngathahaken amal sholeh lan nembihi perkawis ingkang ndadosaken kito tebih saking rahmatipun Alloh SWT.
Poro hadrin jamaah jumah Ingkang dipun Mulya aken Alloh.
Wonten kathah perkawis penting lan utami ingkang kedah kito mangertosi wonten saklebeting wulan suci meniko,salah setunggalipun ingih meniko :
Keagungan malam-malam terakhir wonten ing wulan romadhan,Rosullulloh Saw soyo langkung giat angsalipun ibadah sak sampune mlebet malam-malam wonten ing sedoso dinten akhir wulan romadhan.
Ingkang biasa kelampah secara umum kebiasaanipun.bilih wonten awal-awal romadhan biasanipun giat lan semangat nindaaken ngiabdah kados tarawih,tadarus lan lintu2nipun,ananging kathah sangsoyo akhir-akhir romadhon masjid-masjid mulai berkurang jamaahipun sampun maju shof ipun,lan ingkang ramai justru masyrakat umum sami memenuhi tempat-tempat perbelanjaan,mall lan lintu-lintunipun saat-saat menjelang malam-malam terakhir ramadhan.padahal perlu kito mangertosi bilih Alloh SWT justru lebih memulyakan lan ngagungaken malam-malam terakhir romadhon ketimbang malam-malam sakderengipun,sebab wonten ing akhir malam-malam kolo wahu wonten saktunggalipun amalan, ingkang amalan kolo wahu menawi kito kerjakaken kanthi iklas semata nyuwun ridhonipun Alloh dipun reken kados nindak aken amalan-amalan selami sewu wulan utawi kawastanan,malem lailatul Qodr,”Wamaa adroka maa lailatul Qodr,lailatul Qodr Khoiru min alfi syahr “ Al ayat.
Poro hadirin mugi-mugi kito saget manfaataken kanthi saestu wonten malam-malam akhir romadhan meniko.lan kito kedah emut bilih tujuan puasa meniko menggayuh derjat mulya inggih meniko derajat Takwa mboten namung wonten wulan romadhan ke mawon anangin wonten wulan-wulan sanesipun.
Mugi-mugi ramdhan meniko saestu saget ndadosaken kito kawulo ingkang takwa kapanke mawon lan wonten pundi kemawon papan panggenan kito gesang,ngantos dumugi alloh mundut nyowo kito.amin amin yaa robbal ‘alamin…
Wal’asr innal ingsana la fi khusrin illalladzina amanuu wa’amilusholihati watawashaubilhaq watawashaubisshobr.waqurrobighfir warham waanta khoiru rohimiin
by.larealit alfaqor

Baca Selengkapnya ....

Cara Mendapat Malam Lailatul Qadar

Posted by Ragil Putra Desa Rabu, 01 Agustus 2012 0 komentar

MALAM 1000 BULAN

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjscmhu7NZi2OFI2KzkHM5u_Y_7O_5A2KMVgj70nIXsQak3aZtOAhWJDbrG3KqMr96ZWVFagu03hIDFha4H0ZyxvlCvNB4V_4IYz1aC8mQIp7JP_ZigVuo1y3aMnhT4njCXx8kcOXvXXhSG/s400/tanda-tanda+malam+lailatul+qadr.jpg
Lailatul Qodr adalah salah satu malam pada Bulan Ramadhan yang memiliki keutamaan yang sangat besar. Lalu bagaimana cara mendapatkan keutamaan tersebut?
Pertama: Imani adanya dan keutamaannya sesuai berita yang shohih yang sampai kepada kita. Dengan mengimaninya saja akan mendapatkan pahala, disamping itu juga dapat memotivasi kita untuk lebih bersemangat.
Lailatul Qadar merupakan malam yang sangat indah, penuh ketenangan, kesejahteraan, keselamatan, kedamaian dan keberkahan.
Menurut para ulama, Lailatul Qadar bisa berarti Malam Kemuliaan. Bisa juga dinamakan demikian karena pada malam tersebut turun kitab yang mulia, turun rahmat dan turun malaikat yang mulia.
ِإِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (١) “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan.
Lailatul Qadar juga bisa berarti malam yang penuh sesak karena ketika itu banyak malaikat turun ke dunia. Pada malam inilah, banyak para malaikat yang turun ke bumi, termasuk malaikat yang paling utama yaitu Jibril -’alaihissalaam-.
تَنَزَّلُ الْمَلائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ (٤ Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Rabb-nya untuk mengatur segala urusan.
“Lailatul Qadar itu pada malam 27 atau 29, sungguh Malaikat yg turun pd saat itu ke bumi lebih banyak dari jumlah batu kerikil.” (HR Thayalisi dlm Musnad-nya no. 2545; juga Ahmad II/519; dan Ibnu Khuzaimah dlm shahih-nya II/223)
Bisa juga berarti malam penetapan takdir / qodar.
فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِي(٤)أَمْرًا مِنْ عِنْدِنَ
Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah, (yaitu) urusan yang besar dari sisi kami.
(QS. Ad Dukhaan)
Pada malam ini, segala urusan yang penuh hikmah dirinci, maksudnya segala kejadian selama setahun ke depan ditentukan dengan izin Allah yang Maha Kuasa dan Maha Bijaksana. Penentuan takdir pada malam tersebut adalah penentuan takdir tahunan.
Malam itu penuh keselamatan, kedamaian dan keberkahan.
سَلامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ Malam itu (penuh) keselamatan hingga terbit fajar.
(QS. Al Qadr)
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ “Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi
(QS. Ad Dukhaan)
وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ (٢)لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (٣ Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. (QS. Al Qadr)
Menakjubkan, malam tersebut lebih baik daripada seribu bulan yaitu sekitar 83 tahun.
(Untuk Makna Nama Lailatul Qodr, Periksa Zaadul Maysir, 6/177, Ibnul Jauziy, Mawqi’ At Tafaasir, Asy Syamilah).
Kedua: Beribadah sesuai dengan yang dicontohkan oleh Nabi.
Sholat
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيْمَانًا وَ احْتِسَابًا غُفِرَ له مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Artinya : Barang siapa berdiri (shalat) pada malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” [Hadits Riwayat Bukhari 4/217 dan Muslim 759]
Do’a
Disunnahkan untuk memperbanyak do’a pada malam tersebut.
Tirmidzi, Ibnu Majah dan selainnya meriwayatkan dari Ummul Mukminin ‘Aisyah radliallahu ‘anha, beliau berkata,
قلت يا رسول الله أرأيت إن علمت أي ليلة ليلة القدر ما أقول فيها ؟ قال قولي اللهم إنك عفو كريم تحب العفو فاعف عني
Aku berkata kepada Rasulullah, “Wahai Rasulullah, apabila aku mengetahui waktu malam Al Qadr, apakah yang mesti aku ucapkan pada saat itu?” Beliau menjawab, “Katakanlah,

اَ للّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنيِّ

Allahumma innaka ‘afuwwun, tuhibbul ‘afwa, fa’fu’anni
(Yaa Allah sesungguhnya engkau Maha pemberi ampunan, suka memberi pengampunan, maka ampunilah diriku ini).”
(HR. Tirmidzi nomor 3513, Ibnu Majah nomor 3850 dan dishahihkan oleh Al Albani rahimahullahShahih Ibnu Majah nomor 3105) dalam
Seorang Ulama berkata: Barang siapa yang bersungguh-sungguh mengerjakan ibadah di malam tersebut seperti shalat /qiyamullail, membaca qur`an, berdoa, berdzikir dan mengerjakan amalan-amalan baik lainnya akan mendapatkannya dan memperoleh keuntungan yang telah Allah janjikan bagi orang-orang yang menghidupkan malam tersebut jika dia mengerjakannya dengan mengimani dan mengharapkan pahalanya (-red.- ikhlash karena Allah / mengharap pahala/ridho Allah bukan karena selain Allah).

Baca Selengkapnya ....

RENUNGAN HATI

Posted by Ragil Putra Desa 0 komentar
Dalam perkembangan hidupnya, manusia seringkali berhadapan dengan berbagai masalah yang mengatasinya berat. Akibatnya timbul kecemasan, ketakutan dan ketidaktenangan, bahkan tidak sedikit manusia yang akhirnya kalap sehingga melakukan tindakan-tindakan yang semula dianggap tidak mungkin dilakukannya, baik melakukan kejahatan terhadap orang lain seperti banyak terjadi kasus pembunuhan termasuk pembunuhan terhadap anggota keluarga sendiri maupun melakukan kejahatan terhadap diri sendiri seperti meminum minuman keras dan obat-obat terlarang hingga tindakan bunuh diri.

Oleh karena itu, ketenangan dan kedamaian jiwa sangat diperlukan dalam hidup ini yang terasa kian berat dihadapinya. Itu sebabnya, setiap orang ingin memiliki ketenangan jiwa. Dengan jiwa yang tenang kehidupan ini dapat dijalani secara teratur dan benar sebagaimana yang dikehendaki Allah dan Rasul-Nya. Untuk bisa menggapai ketenangan jiwa, banyak orang yang mencapainya dengan cara-cara yang tidak Islami, sehingga bukan ketengan jiwa yang didapat tapi malah membawa kesemrautan dalam jiwanya itu. Untuk itu, secara tersurat, Al-Qur'an menyebutkan beberapa kiat praktis.

1. Dzikrullah

Dzikir kepada Allah Swt merupakan kiat untuk menggapai ketenangan jiwa, yakni dzikir dalam arti selalu ingat kepada Allah dengan menghadirkan nama-Nya di dalam hati dan menyebut nama-Nya dalam berbagai kesempatan. Bila seseorang menyebut nama Allah, memang ketenangan jiwa akan diperolehnya. Ketika berada dalam ketakutan lalu berdzikir dalam bentuk menyebut ta'awudz (mohon perlindungan Allah), dia menjadi tenang. Ketika berbuat dosa lalu berdzikir dalam bentuk menyebut kalimat istighfar atau taubat, dia menjadi tenang kembali karena merasa telah diampuni dosa-dosanya itu. Ketika mendapatkan kenikmatan yang berlimpah lalu dia berdzikir dengan menyebut hamdalah, maka dia akan meraih ketenangan karena dapat memanfaatkannya dengan baik dan begitulah seterusnya sehingga dengan dzikir, ketenangan jiwa akan diperoleh seorang muslim, Allah berfirman yang artinya: "(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah hanya dengan mengingat Allahlah hati menjadi tentram". (13:28).

Untuk mencapai ketenangan jiwa, dzikir tidak hanya dilakukan dalam bentuk menyebut nama Allah, tapi juga dzikir dengan hati dan perbuatan. Karena itu, seorang mu'min selalu berdzikir kepada Allah dalam berbagai kesempatan, baik duduk, berdiri maupun berbaring.

2. Yakin Akan Pertolongan Allah

Dalam hidup dan perjuangan, seringkali banyak kendala, tantangan dan hambatan yang harus dihadapi, adanya hal-hal itu seringkali membuat manusia menjadi tidak tenang yang membawa pada perasaan takut yang selalu menghantuinya. Ketidaktenangan seperti ini seringkali membuat orang yang menjalani kehidupan menjadi berputus asa dan bagi yang berjuang menjadi takluk bahkan berkhianat.

Oleh karena itu, agar hati tetap tenang dalam perjuangan menegakkan agama Allah dan dalam menjalani kehidupan yang sesulit apapun, seorang muslim harus yakin dengan adanya pertolongan Allah dan dia juga harus yakin bahwa pertolongan Allah itu tidak hanya diberikan kepada orang-orang yang terdahulu, tapi juga untuk orang sekarang dan pada masa mendatang, Allah berfirman yang artinya: "Dan Allah tidak menjadikan pemberian bala bantuan itu melainkan sebagai khabar gembira bagi (kemenangan)mu, dan agar tentram hatimu karenanya. Dan kemenangan itu hanyalah dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana". (3:126, lihat juga QS 8:10).

Dengan memperhatikan betapa banyak bentuk pertolongan yang diberikan Allah kepada para Nabi dan generasi sahabat dimasa Rasulullah Saw, maka sekarangpun kita harus yakin akan kemungkinan memperoleh pertolongan Allah itu dan ini membuat kita menjadi tenang dalam hidup ini. Namun harus kita ingat bahwa pertolongan Allah itu seringkali baru datang apabila seorang muslim telah mencapai kesulitan yang sangat atau dipuncak kesulitan sehingga kalau diumpamakan seperti jalan, maka jalan itu sudah buntu dan mentok. Dengan keyakinan seperti ini, seorang muslim tidak akan pernah cemas dalam menghadapi kesulitan karena memang pada hakikatnya pertolongan Allah itu dekat, Allah berfirman yang artinya: "Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu?. Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah rasul dan orang-orang yang beriman: "bilakah datangnya pertolongan Allah?". Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat". (QS 2:214).

3. Memperhatikan Bukti Kekuasaan Allah

Kecemasan dan ketidaktenangan jiwa adalah karena manusia seringkali terlalu merasa yakin dengan kemampuan dirinya, akibatnya kalau ternyata dia merasakan kelemahan pada dirinya, dia menjadi takut dan tidak tenang, tapi kalau dia selalu memperhatikan bukti-bukti kekuasaan Allah dia akan menjadi yakin sehingga membuat hatinya menjadi tentram, hal ini karena dia sadari akan besarnya kekuasaan Allah yang tidak perlu dicemasi, tapi malah untuk dikagumi. Allah berfirman yang artinya: "Dan ingatlah ketika Ibrahim berkata: "Ya Tuhanku, perlihatkanlah padaku bagaimana Engkau menghidupkan orang mati". Allah berfirman: "Belum yakinkah kamu?". Ibrahim menjawab: "Aku telah meyakininya, akan tetapi agar hatiku tenang (tetap mantap dengan imanku)". Allah berfirman: ("kalau begitu) ambillah empat ekor burung, lalu cincanglah, kemudian letakkan di atas tiap-tiap satu bukit satu satu bagian dari bagian-bagian itu, kemudian panggillah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera". Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana". (QS 2:260).

4. Bersyukur

Allah Swt memberikan kenikmatan kepada kita dalam jumlah yang amat banyak. Kenikmatan itu harus kita syukuri karena dengan bersyukur kepada Allah akan membuat hati menjadi tenang, hal ini karena dengan bersyukur, kenikmatan itu akan bertambah banyak, baik banyak dari segi jumlah ataupun minimal terasa banyaknya. Tapi kalau tidak bersyukur, kenikmatan yang Allah berikan itu kita anggap sebagai sesuatu yang tidak ada artinya dan meskipun jumlahnya banyak kita merasakan sebagai sesuatu yang sedikit.

Apabila manusia tidak bersyukur, maka Allah memberikan azab yang membuat mereka menjadi tidak tenang, Allah berfirman yang artinya: "Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tentram, rizkinya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk) nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat". (QS 16:112).

5. Tilawah, Tasmi' dan tadabbur Al-Qur'an

Al-Qur'an adalah kitab yang berisi sebaik-baik perkataan, diturunkan pada bulan suci Ramadhan yang penuh dengan keberkahan, karenanya orang yang membaca (tilawah), mendengar bacaan (tasmi') dan mengkaji (tadabbur) ayat-ayat suci Al-Qur'an niscaya menjadi tenang hatinya, manakala dia betul-betul beriman kepada Allah Swt, Allah berfirman yang artinya: "Allah telah menurunkan perkataan yang baik (yaitu) Al-Qur'an yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhanya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, maka tidak ada seorangpun pemberi petunjuk baginya". (QS 39:23).

Oleh karena itu, sebagai mu'min, interaksi kita dengan al-Qur'an haruslah sebaik mungkin, baik dalam bentuk membaca, mendengar bacaan, mengkaji dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Manakala interaksi kita terhadap Al-Qur'an sudah baik, maka mendengar bacaan Al-Qur'an saja sudah membuat keimanan kita bertambah kuat yang berarti lebih dari sekedar ketenangan jiwa, Allah berfirman yang artinya: "Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhanlah mereka bertawakkal". (QS 8:2).

Dengan berbekal jiwa yang tenang itulah, seorang muslim akan mampu menjalani kehidupannya secara baik, sebab baik dan tidak sesuatu seringkali berpangkal dari persoalan mental atau jiwa. Karena itu, Allah Swt memanggil orang yang jiwanya tenang untuk masuk ke dalam syurga-Nya, Allah berfirman yang artinya: "Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jamaah hamba-hamba-Ku dan masuklah ke dalam syurga-Ku". (QS 89:27-30).

Akhirnya, menjadi tanggung jawab kita bersama untuk memantapkan ketenangan dalam jiwa kita masing-masing sehingga kehidupan ini dapat kita jalani dengan sebaik-baiknya.

Baca Selengkapnya ....
Posted by Ragil Putra Desa Kamis, 26 Juli 2012 0 komentar

TANPA CINTA, SEGALANYA TAK BERNILAI




Jika engkau bukan seorang pencinta,
maka jangan pandang hidupmu adalah hidup
Sebab tanpa Cinta, segala perbuatan tidak akan
dihitung Pada Hari Perhitungan nanti
Setiap waktu yang berlalu tanpa Cinta,
akan menjelma menjadi wajah yang memalukan dihadapanNya.
Burung-burung Kesedaran telah turun dari langit
dan terikat pada bumi sepanjang dua atau tiga hari
Mereka merupakan bintang-bintang di langit
agama yang dikirim dari langit ke bumi
Demikian pentingnya Penyatuan dengan Allah
dan betapa menderitanya Keterpisahan denganNya.
Wahai angin, buatlah tarian ranting-ranting
dalam zikir hari yang kau gerakkan dari Persatuan
Lihatlah pepohonan ini ! Semuanya gembira
bagaikan sekumpulan kebahagiaan
Tetapi wahai bunga ungu, mengapakah engkau larut dalam kepedihan ?
Sang lili berbisik pada kuncup : “Matamu yang menguncup akan segera mekar. Sebab engkau telah merasakan bagaimana Nikmatnya Kebaikan.”
Di manapun, jalan untuk mencapai Kesucian Hati
adalah melalui Kerendahan Hati.
Hingga dia akan sampai pada jawaban “YA” dalam pertanyaan :
“Bukankah Aku ini Rabbmu ?”

Selain itu Rumi juga menuliskan syair-syair indah lainnya.

Puisi Cinta Jalaludin Rumi

Click Disini! Untuk Melihat Syair Indah Jalaludin Rumi Lainnya


Baca Selengkapnya ....

C I N T A

Posted by Ragil Putra Desa 0 komentar

CINTA : LAUTAN TAK BERTEPI


cinta

Cinta adalah lautan tak bertepi
langit hanyalah serpihan buih belaka.
Ketahuilah langit berputar karena gelombang Cinta
Andai tak ada Cinta, Dunia akan membeku.
Bila bukan karena Cinta,
Bagaimana sesuatu yang organik berubah menjadi tumbuhan?
Bagaimana tumbuhan akan mengorbankan diri demi memperoleh ruh (hewani)?
Bagaimana ruh (hewani) akan mengorbankan diri demi nafas (Ruh) yang menghamili Maryam?
Semua itu akan menjadi beku dan kaku bagai salju
Tidak dapat terbang serta mencari padang ilalang bagai belalang.
Setiap atom jatuh cinta pada Yang Maha Sempurna
Dan naik ke atas laksana tunas.
Cita-cita mereka yang tak terdengar, sesungguhnya, adalah
lagu pujian Keagungan pada Tuhan.

Baca Selengkapnya ....

Fokuslah Pada Tujuan Hidup Kita

Posted by Ragil Putra Desa 0 komentar
Image and video hosting by TinyPic

Suasana hati Ari sedang sumringah. Ia sedang menjalani hari pertamanya bekerja di sebuah perusahaan swasta asing yang cukup ternama. Kantornya terletak di sebuah gedung tinggi di daerah Sudirman. Ari berfikir bahwa ia akan cukup betah bekerja di perusahaan barunya. Karena ia mendapat fasilitas yang menyenangkan.
Setelah karyawan bagian Technical Support menginstall dan mempersiapkan komputer yang akan dipakainya bekerja, ia langsung mencoba apakah komputernya terhubung dengan internet. Dan ternyata terhubung. Ia mencoba membuka situs http://andaleh.blogsome.com dan segera tampil dengan cepat.
Kemudian ia mencoba situs yang sering diblock oleh administrator perusahaan lain: facebook dan jejaring sosial lainnya. Surprise… rupanya situs-situs jejaring sosial itu tidak diblock. Ia bisa sesukanya bekerja sambil mengakses situs-situs di dunia maya.
Fasilitas itu lumayan berguna baginya. Ia bekerja sebagai programmer. Kalau ada masalah dengan pekerjaannya, ia terbiasa mencari solusinya dengan jalan bertanya kepada google.
Selanjutnya ia mencoba fasilitas lain: telepon. Rupanya ia bisa menelpon nomor lokal maupun interlokal dengan telepon yang ada di mejanya.
Ari merasa bahagia diterima bekerja di perusahaan barunya.
Sebulan kemudian, kinerja Ari dievaluasi. Ternyata performa Ari di bawah yang diharapkan oleh atasannya. Beberapa tugas terbengkalai tidak terselesaikan. Ada tugas yang selesai, itu pun kwalitasnya jauh dari standard.
Setelah atasannya meneliti mengapa kinerjanya tidak sesuai dengan yang diharapkan, rupanya fasilitas internet lah yang membuat Ari lalai. Waktu Ari bekerja lebih banyak terisi oleh browsing dan chatting. Ari terlalu sibuk dengan jejaring sosialnya daripada pekerjaannya. Akhirnya atasan Ari meminta kepada Administrator untuk memblokir situs-situs jejaring sosial khusus untuk Ari.
Setelah situs-situs jejaring sosial diblok, Ari malah makin tidak konsentrasi kerjanya. Ia mulai merasa tidak betah dan menilai bosnya tidak adil.
Tidak cuma itu, rupanya pemakaian telepon Ari pun mulai dibatasi. Karena Ari kelewat batas menggunakan telepon.
Akhirnya Ari semakin uring-uringan. Tidak kerasan bekerja di tempat barunya. Dan ia pun mulai berburu lowongan kerja.
*****
Gambaran Ari adalah gambaran umat manusia.
Tugas utama manusia dihidupkan adalah untuk beribadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala. "Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku." (QS Adz-Dzariat : 56) Kemudian manusia mendapat banyak sekali fasilitas yang menunjang tujuan hidupnya.
Manusia diberi mata untuk memandang, agar ia bersyukur kepada Allah swt. Ia bisa melihat keindahan ciptaan-Nya dan semakin mengenal-Nya. Manusia diberi pendengaran, akal, hati, dan semua potensi yang ada padanya agar manusia bersyukur. Semua itu untuk penunjang manusia beribadah kepada Allah swt.
"Katakanlah: "Dia-lah Yang menciptakan kamu dan menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati." (Tetapi) amat sedikit kamu bersyukur." (QS Al-Mulk : 23)
Tapi yang terjadi malahan manusia gagal menggunakannya dalam rangka beribadah kepada Allah swt. Kebanyakan manusia menggunakan kenikmatan yang didapatkannya untuk berbuat maksiat kepada Allah swt. Minimal, manusia dilalaikan oleh fasilitas-fasilitas duniawi.
Dan ketika kenikmatan itu ada yang dicabut, banyak manusia yang malah makin durhaka kepada Allah swt daripada introspeksi diri dan memperbaiki kinerja ibadahnya. Manusia mengira Allah tidak adil dan kejam karena kenikmatannya itu dicabut. "Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rizkinya maka dia berkata: "Tuhanku menghinakanku"" (QS 89 : 16)
*****
Manusia yang akan sukses menyelesaikan misinya di bumi adalah manusia yang fokus pada tujuan hidupnya. Bukan manusia yang terlena oleh banyaknya fasilitas yang ia dapatkan di bumi ini.
Ada banyak pelatihan-pelatihan sholat khusyu’. Berbagai metode terapi diajarkan dan berbagai cara dikembangkan untuk menggapai sholat khusyu’. Padahal Allah swt telah memberikan satu petunjuk sederhana untuk khusyu’.
"Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’, (yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya." (QS 2:45-46)
Orang-orang yang yakin akan menemui Tuhannya adalah orang-orang yang fokus akan tujuan hidupnya. Ia mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk pertemuan dengan Allah Rabbul Izzati.
Ada pun orang yang tidak fokus pada pertemuan dengan Tuhannya, maka percuma saja ia mengikuti pelatihan sholat khusyu’ sebanyak apa pun. Kalau fasilitas-fasilitas hidup menjadi noktah dalam pandangannya, maka ia tidak akan sempurna menatap masa depan pertemuannya dengan Tuhan. Hanya orang yang tidak terganggu dengan fasilitas hidup, yang fokus pada tujuan hidupnya, yang fokus pada pertemuan dengan Tuhannya, mereka itu lah yang akan mampu khusyu’ dalam sholatnya.
 

Baca Selengkapnya ....
Posted by Ragil Putra Desa 0 komentar

Itu dunia anakku, gengamlah!
Kau milik zamanmu, maka bersiaplah!
Buaian hanya sementara
Selanjutnya kertas dan pena
Kau hadirkan pada mereka
Keilmuan seluas samudra
Hadirkan cahaya sibak gulita
Kau tembus bumi, merobek angkasa
Dan semua sulthon persembahkan untuk-Nya.
Itu cakrawala anakku, rengkuhlah
Kau milik zamanmu, bersiagalah
Pelukan bunda hanya sementara
Selanjutnya keringat dan air mata
Kau suguhkan pada mereka
Hujjah dan qoulan syadida
Datangkan haq, dan kebatilan lenyap tak bersisa
Walau kaum kafir, munafiq, dan fasiq tak suka
Tetap istiqomahlah al-haq itu kau jaga
Hingga kau diterima dalam ridho-Nya
II
Terus terang padaku, bintang mana yang mau kau petik
Aku bukan peramal, tapi hebat sebagai pendidik
Dan sini, biar kususun manjamu dengan apik
Hingga kau tak menjadi cengeng, tapi petarung yang baik
Aku bukan pemikul beban yang terpaksa
Tapi aku penggembala penuh cinta
Dan padaku Tuhan memberi amanah luar biasa
menitipkanmu tuk kubentuk menjadi insan mulia
III
Melihat kau hadir di bumi, adalah keajaiban
Melihat kau makin meninggi, adalah keajaiban
Melihat kau berguling ke kanan ke kiri, adalah keajaiban
Melihat kau duduk sendiri, menapakkan kaki, ketawa ketiwi, tumbuh gigi, dan padamu semua yang terjadi, adalah keajaiban
Kau seperti membelah aku & istriku, tapi tidak karena kau hadirkan cinta
Kau seperti mengusik tidurku, tapi tidak karena kau hadirkan cinta
Kau seperti membuatku letih menggendongmu, tapi tidak karena kau hadirkan cinta
Kau seperti membuatku penat menitahmu, tapi setiap apa yang kulakukan padamu, adalah pembuktian cinta.
Selamat ulang tahun yang kesatu, FaqihHaidar Ahmad anakku sayang…. :)

Baca Selengkapnya ....

Cara Memasukan File Excel, Word, Powerpoint ke dalam Blog

Posted by Ragil Putra Desa Rabu, 25 Juli 2012 0 komentar
CARA MEMASUKKAN FILE EXCEL KE DALAM BLOG

Langkah 1 : upload file ke google docs.
  1. Silahkan login ke http://docs.google.com dengan account gmail anda.
  2. Klik tab Upload yang berada di sebelah kiri atas layar monitor anda.
  3. Klik tombol browse… di bawah tulisan Browse your computer to select a file to upload:
  4. Masukan file yang ingin anda upload (word, excel, power point).
  5. Klik tombol Upload File yang ada di sebelah bawahnya.
  6. Tunggu beberapa saat sampai file anda terupload semuanya (tergantung dari besarnya file           serta kecepatan koneksi anda).
  7. Jika sudah ter_upload, anda bisa mengeditnya jika mau.
  8. Klik tab publish yang ada di sebelah kanan atas layar monitor anda, maka akan keluar tulisan “Thisdocument is not yet published”.
  9. Klik tombol publish now yang ada di bawahnya.
  10. Jika sudah selesai, lihat kembali ke bagian bawahnya!
  11. Klik link bertuliskan More publishing options.
  12. Setelah keluar window pop up, klik menu drop down di sebelah tulisan File format kemudian pilihHTML to embed a webpage.
  13. Klik tombol Generate URL.
  14. Copy kode HTMl yang di berikan, lalu paste pada notepad atau text editor lainnya.
  15. Silahkan di close saja window nya.
  16. Silahkan anda sign out dari google docs jika mau.
  17. Selesai.

Langkah 2 : posting kode google docs ke blogger.
  1. Silahkan login ke blog dengan ID anda.
  2. Klik Posting Baru.
  3. Silahkan anda buat postingan yang anda inginkan.
  4. Ketika anda mau menyisipkan kode yang dari google docs, klik terlebih dahulu tab Edit HTML ( jangan yang compose)
  5. Paste kode google docs yang ada di notepad tadi pada tempat yang anda inginkan.
  6. Klik Tombol MEMPUBLIKASIKAN POSTING.
  7. Silahkan lihat hasilnya.
  8. Selesai.
 Cara lain ,   caranya:

  1. log on ke www.scribd.com.... kalo disuruh login, login aja dulu
  2. setelah beres login, upload deh file yang mau di masukkan dalam postingan blog,,bisa berupa doc, xls, atau ppt.
  3. Setelah proses upload beres, cari tombol "embedd" (adanya di bagian kanan agak ke bawah), klik, muncul 2 pilihan link HTML. jangan klik yang atas, tapi yang kedua. klik bagian "COPY" lalu PASTE dech di postingan blog kamu... beres deh....

selain lebih praktis, tampilan "tabel" (dlm excel) lebih terlihat ketimbang dengan menggunakan google docs. dapat di download, di print and di share juga.

SELAMAT MENCOBA..... MARI KITA BERBAGI PENGETAHUAN..

Baca Selengkapnya ....

catatan kaki kecil buanget

Posted by Ragil Putra Desa Selasa, 24 Juli 2012 0 komentar
Surat Edaran No.9

Kontak Kami

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Silahkan tuliskan saran, kritik maupun pengaduan ke alamat email


atau Hubungi Kami : (021) 7398381 - 89

Baca Selengkapnya ....

catatan kecil

Posted by Ragil Putra Desa 0 komentar
Surat Edaran No.9 Thn 2012 Ttg Penetapan Jam Kerja PNS pada Bulan Ramadhan, dapat di download pada menu Unduh
 

Sesmen PAN-RB: Laporkan Bila Ada Calo CPNS

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail
JAKARTA – Sekretaris Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) Tasdik Kinanto mengingatkan kepada masyarakat luas, termasuk instansi pemerintah; agar berhati-hati bila ada pihak-pihak yang mengaku pejabat atau pegawai KemenPAN-RB berkaitan dengan penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) ataupun pengangkatan tenaga honorer. “Karena banyak laporan yang kami terima dari berbagai pihak mengenai adanya penipuan oleh oknum yang mengatasnamakan pegawai atau pejabat  Kementerian PAN-RB,” katanya kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Jumat (20/7).
Mereka, menurut Tasdik Kinanto; biasanya berjanji bisa mengurus atau memfasilitasi pengurusan formasi dan meluluskan tes pengangkatan CPNS serta menyelesaikan pengangkatan tenaga honorer menjadi PNS di lingkungan kerja instansi-instansi dengan motif  untuk memperoleh imbalan,” tambahnya.
Sehubungan dengan itu Tasdik mengharapkan tindakan yang tidak bertanggungjawab dan memiliki unsur kriminal tersebut agar tidak ditanggapi.
“Untuk itu saya mohon perkenannya untuk segera melaporkan kepada pihak kepolisian serta menyampaikan pengaduan ke Kementerian PAN-RB melalui Kotak Pos 5000, dan jika memungkinkan bisa dilengkapi dengan identitas dan foto yang bersangkutan,” tambah Tasdik.
Menjawab pertanyaan dia mengemukakan selama ini hanya terdengar ‘katanya … katanya’ tanpa ada bukti dan identitas jelas dan akurat.  (hs/HUMAS KEMENPAN-RB)
Last Updated (Tuesday, 30 November 1999 00:00)

Baca Selengkapnya ....

Perkembangan hukum Islam

Posted by Ragil Putra Desa Minggu, 15 Juli 2012 0 komentar

PERKEMBANGAN HUKUM ISLAM PADA MASA SAHABAT (KHULAFAURRASYIDIN)
Pasca kepergian Rasulullah SAW, hukum Islam yang telah di bangun oleh oleh beliau sebagai dasar-dasar yang mengatur kehidupan bermasyarakat, kemudian diteruskan oleh para sahabat-sahabat nabi yang semasa hidupnya secara sukarela sudah ikut terlibat dalam perjuangan nabi mensyi’arkan ajaran-ajaran Islam. Pada zaman Rasulullah SAW, pemegang otoritas kekuasaan tasy’ri sepenuhnya di pegang oleh nabi Muhammad SAW.

Sepeninggalnya Rasulullah SAW, nabi telah mewariskan dua sumber hukum Islam yang dapat dijadikan rujukan dalam pemecahan segala permasalahan yang ada, yaitu al Qur’an dan Sunnah nabi. Kehidupan bermasyarakat yang semakin dinamis, memingkinkan timbulnya permasalahan-permasalahan baru yang harus dipecahkan, untuk itu para ulama baik dikalangan sahabat dan tokoh Islam lainnya, berkeawjiban menegakkan hukum tas’ri pada zamannya masing-masing. Kewajiban tersebut, sebagaimana  AW. Khalaf simpulkan berupa; penjelasan kepada umat Islam tentang persoalan-persoalan yang membutuhkan penjelasan dan interpretasi dari teks-teks al Qur’an dan as Sunnah.


Kemudian, menyebarluaskan dikalangan umat Islam tentang hal-hal yang mereka hafal dari ayat-ayat al Qur’an dan sunnah Rasulullah SAW. Lalu, memfatwakan kepada masyarakat tentang peristiwa-peristiwa hukum dan urusan peradilan yang belum terdapat ketetapan hukumnya (Abdul Wahab Khalaf. 5, 2002).

Adapun sumber dan metode penetapan hukum pada masa sahabat dapat disarikan dari al Qur’an, hadits Rasulullah SAW, dan Ijtihad Sahabat. Sedangkan dalam pandangan Khudari Bik, sumber pengambilan hukum pada masa sahabat dapt di ambil dari; al Qur’an sebagai landasan utama, kemudian as Sunnah, Qiyas atau Ra’yu (pendapat), lalu Ijma yang bersandar pada al Qur’an, sunnah dan qiyas (Khudari Bik. 259).

Alur pemecahan masalahnya adalah ketika terjadi suatu permasalahan baru atau persengketaan, maka para sahabat dan ahli fatwa mencari ketetapan hukumnya melalui al Qur’an, apabila mereka menemukan pemecahannya dalam al Qur’an, maka mereka menerapkan hukum tersebut.Jika ternyata tidak ditemukan keterangan dalam al Qur’an, maka para ulama membangun fatwa yang bersandar pada as Sunnah. Jika memang tidak didapati keterangan yang spesifik tentang permasalahan yang muncul, maka para ulama melakukan ijtihad untuk menyelesaikannya,baik dengan ijtihad ataupun qiyas dengan pertimbangan utuk kemaslahatan umat manusia.

Argumentasi kenapa setiap permasalah harus di ambil pemecahannya dalam al Qur’an dan hadits nabi, itu berdasar pada keterangan dalam QS.An Nisa, 59. Sementara dasar argumentasi yang mengharuskan ijtihad sahabat merupakan bagian dari hukum Islam adalah bersandar pada apa yang pernah terjadi ketika Rasulullah SAW mengutus Muadz bin Jabal menjadi Qadhi di negeri Yaman (lihat AW. Khalaf.49, 2002).
Sementara karakteristik tasyri pada zaman sahabat yang bisa dilihat adalah, fiqih pada zaman ini sejalan dan serasi dengan segala permasalahan yang muncul kala itu. Tidak terbatas pada apa yang pernah terjadi pada masa Rasul. Sementara yang memegang kendali fatwa dan qadha dalam berbagai permasalahan penting adalah para khalifah.

Pada zaman ini, al Qur’an telah di bukukan dan mushaf telah disentralisasikan, sehingga kaum Muslim dapat terhindar dari pertikaian tentang sumber utama bagi masyarakat Islam yang sebelumnya mereka terpecah kepada beberapa kelompok.Kemudian sunnah pada zaman ini, masih terjaga kemurniannya, tidak terkontaminasi dengan kebohongan dan penyimpangan karena zaman yang begitu dekat dengan Rasulullah dan para penukilnya adalah para sahabat Rasul.

Selain itu pada zaman ini, muncul satu sumber baru bagi perundang-undangan silam yaitu Ijma’ dan itu sering terjadi karena memang sudah dilakukan dan semua asbabnya memadai. Kemudian para sahabat tidak mewariskan fiqih yang tertulis, namun mereka hanya mewariskan fatwa dan hokum yang tersimpan dalam dada para sahabat dan disampaikan dengan cara penghikayatan (Rasyad Hasan Khalil. 75, 2009).
Pada awal kekhalifahan sahabat Abu Bakar as Shidiq, ia memgang kekuasaan tasyri mengenai problem yang belum ada ketetapan hukumnya menurut nash dalam suatu lembaga tasyri yang dibentuk dan di hadiri oleh para sahabat. Abu Bakar dikenal sebagai orang yang jujur dan disegani, ia merupakan salah satu sahabat yang paling dekat dengan Rasulullah SAW, karena kedeketannya dengan Rasul itulah, ia mempunyai pengertian yang dalam tentang jiwa keislaman di banding dengan sahabat yang lain.

Di ceritakan dalam riwayat yang dikemukan al Baghawi dalam kitabnya “Masahih as-Sunnah”, ia menuturkan “Abu Bakar, kalau dihadapkan suatu kasus perselisihan kepadanya, maka beliau mencari ketetapan hukumnya dalam al Qur’an. Kalau beliau mendapat ketetapan hukumnya dalam al Qur’an, maka beliau memutuskan perkara meraka dengan ketetapan menurut al Qur’an. Jika tidak ditemukan dalam al Qur’an beliau menetapkan ketetapan hukumnya menurut ketetapan Rasulullah SAW dalam sunnah, kemudian jika mendapat kesulitan beliau berkonsultasi dengan sesame sahabat, kemudian berkata “telah dihadapkan kepadaku suatu permasalahan, apakah di antara kalian ada yang mengetahui bahwa nabi telah menetapkan hukumnya perihal masalah seperti ini?.Adakalanya sekelompok sahabat berkumpul dan menyebutkan bahwa nabi SAW pernah menetapkan hukumnya. Kemudian Abu Bakar berkata: “segala puji bagi Allah yang telah menjadikan di antara kita orang yang menghafal sunnah nabi kita”.

Selanjutnya pada masa khalifah sahabat Umar bin Khatab, beliau juga banyak melahirkan keputusan atau ketetapan-ketetapan hukum mengenai permasalahan yang muncul pada zamannya. Pemerinyahan Umar bin Khattab berlangsung selama sepuluh tahun (634-644 M). Umar merupakan sahabat yang mempunyai karakter pemberani dan tegas dalam menentukan persoalan. Beberapa keputusan dan ketetapan hukum yang terjadi pada zaman Umar bin Khattab di antaranya mengenai talak tiga yang di ucapkan sekaligus di suatu tempat pada suatu ketika, di anggap sebagai talak yang tidak mungkin rujuk sebagai suami istri, kecuali salah satu pihak (istri), kawin terlebih dahulu dengan orang lain.

Garis hukum ini ditentukan oleh Umar berdasarkan kepentingan para wanita karena di zamannya banyak pria yang dengan mudajh  menjatuhkan talak tiga sekaligus kepada istrinya untuk dapat dicerai dan kawin dengan yang lainnya. Hal ini pada zaman sahabat Abu Bakar sebagai khalifah di anggap sebagai talak satu.Umar menetapkan garis hukum demikian, untuk mendidik suami supaya tidak menyalahgunakan wewenang yang berada dalam tangannya.

Dalam masalah zakat, al Qur’an menegaskan bahwa golongan yang berhak menerima zakat salah satunya adalah para muallaf (orang yang baru masuk Islam).Maka pada masa Umar, para muallaf tidak lagi di beri zakat, dengan alasan pemberian zakat pada muallaf diberikan karena mereka memerlukan perhatian dan bantuan dari ummat Islam yang kuat dalam memeluk Islam. Umar bin khattab menganggap bahwa pada zamannya, Islam telah kuat kedudukannya dalam msyarakat, dan para muallaf pada zamannya telah cukup kuat untuk mempertahankan keimanannya.

Dalam hal hukum potong tangan yang dijelaskan al Qur’an surah al Maidah. 38, bagi orang yang mencuri di ancam hukuman potongan tangan. Pada masa Umar, teerjadi kelaparan dalam masyarakat semenanjung Arabia, maka dalam keadaan masyarakat yan ditimpa kelaparan tersebut, ancaman terhadap pencuri yan disebutkan dalam al Qur’an tidak diberlakukan pada zaman kepemimpinan khalifah Umar. Berdasarkan pertimbangan keadaan (darurat) dan kemaslahatan masyarakat.
Kemudian dalam al Qur’an surah al Maidah.5,terdapat ketentuan yang membolehkan pria Muslim menikahi wanita ahli kitab (wanita Yahudi dan Nasrani).Akan tetapi khalifah Umar melarang perkawinan yang demikian, untuk melindungi wanita Muslim dan keamanan rahasia Negara (Mohammad Daud Ali. 175, 2009).

Selanjutnya masuk ke dalam masa ke khalifahan Utsman bin Affan yang berlangsung dari tahun 644-656 M, produk hukum yang dibangunnya dapat juga dilihat dari jasa-jasa besarnya yang paling penting yaitu tindakannya telah membuat al Qur’an standar (kodifikasi al Qur’an). Standarisasi al Qur’an dilakukannya karena pada masa pemerintahannya, wilayah Islam telah sangat luas dan di diami oleh berbagai suku dengan bahasa dan dialek yang berbeda.

Karena itu, dikalangan pemeluk agama Islam, terjadi perbedaan ungkapan dan ucapan tentang ayat-ayat al Qur’an yang disebarkan melalui hafalan. Perbedaan cara mengungkapkan itu, menimbulkan perbedaan arti, saat berita ini sampai kepada Usman, ia lalu membentuk penitia yang di ketuai Zaid bin Tsabit untuk menyalin al Qur’an yang telah dihimpun pada  masa khalifah Abu Bakar yang disimpan oleh Hafsah (janda nabi Muhammad SAW).Panitia tersebut bekerja secara disiplin, menyalurkan naskan al Qur’an ke dalam Mushaf untuk dijadikan standar dalam penulisan dan bacaan al Qur’an di wilayah kekuasan Islam pada waktu itu.

Pada zaman ke khalifahan sahabat Ali bin Abi Thalib (656-662 M), Ali tidak banyak mengambangkan hukum Islam, dikarenakan Negara tidak stabil. Di sana timbul bibit-bibit perpecahan yang serius dalam tubuh umat Islam yang bermuara pada perang saudara yang kemudian menimbulkan kelompok-kelompok. Di antaranya dua kelompok besar yakni, kelompok Ahlussunah Wal Jama’ah dan Syi’ah.


Baca Selengkapnya ....

Visitors

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

Template by Cara Membuat Email | Copyright of CATATAN KELAS FAQIH.